Home » DOTA2 » Virtus.pro Juara ESL One Birmingham, Jadi Unggulan Untuk The International 8

Virtus.pro Juara ESL One Birmingham, Jadi Unggulan Untuk The International 8

Virtus.pro membuktikan diri menjadi salah satu tim yang pantas diunggulkan untuk The International 2018 setelah menjuarai ESL One Birmingham dengan rekor tak terkalahkan, menambah gelar turnamen Major yang berhasil didapatkan.

ESL One Birmingham memupuskan harapan OpTic Gaming dan Fnatic untuk mendapatkan undangan langsung ke The International 8. Turnamen ini juga memberikan sedikit kejutan dimana paiN Gaming tampil brilian dan dapat mencapai partai perebutan juara ketiga melawan Fnatic.

Hari terakhir turnamen ini dimulai dengan pertandingan perebutan juara ketiga yang mempertemukan paiN Gaming dan Fnatic. Walaupun yang diperebutkan dari pertandingan ini adalah poin DPC, tapi tidak mengurangi keseruan dan kesengitan pertemuan dua tim ini. Kedua tim menunjukkan perkembangan mereka selama musim ini dan mengukuhkan posisi mereka sebagai unggulan pada kualifikasi regional mereka.

Pertandingan Grand Final:

Game pertama:

Pada pertandingan pertama, OpTic Gaming menggunakan Leshrac sebagai support untuk mendukung strategi mereka untuk menekan Virtus.Pro dari awal. OpTic Gaming juga memakai Visage, Dragon Knight dan Phantom Lancer. Tapi, Virtus.Pro membalikkan strategi mereka dengan Sven. Tahap awal permainan berjalan buruk untuk OpTic Gaming, karena Visage selalu menjadi target tim V.P. Selain itu, Sven dibiarkan berkeliaran bebas di hutan dan creeping selama kurang lebih 20 menit. V.P memenangkan pertamdingan pertama dan skor menjadi 1-0.

Game kedua:

Berbeda dengan match sebelumnya, permainan kedua ini kelihatan lebih berimbang, bahkan OpTic Gaming berhasil curi kill pertama hanya dalam rentang waktu 3 menit pertama. Hal ini dipertahankan oleh OpTic Gaming sampai ke menit 20, ketika mereka unggul selisih 5 kill dan perolehan gold surplus 7k.

VP yang cenderung lebih andalkan kemampuan farm dari tiap personilnya sulit berkembang dan terus berada di bawah tekanan agresifitas tim OpTic Gaming. Arah permainan sangat cepat berbalik, dari keunggulan bagi VP kemudian disusul lagi oleh OpTic, sampai menit ke-53. Setelah itu, hanya dalam 5 menit, VP mampu balikkan keadaan dan ukir kemenangan kedua di partai final tersebut.

Game ketiga:

Dengan hanya satu game lagi untuk menjadi juara ESL One Major untuk ketiga kalinya berturut-turut, Virtus.Pro menyusun strategi yang berfokus pada Slark. Tidak hanya itu, V.P juga berhasil menipu OpTic Gaming dan membuat mereka menyangka bahwa V.P akan memainkan taktik pertempuran tim skala besar. Tipuan itu dilancarkan oleh Virtus.Pro dengan memilih Warlock dan Sand King sebagai 2 hero pertama mereka. Setelah itu, mereka juga memilih Gyrocopter dan Doom. Slark dipilih terakhir. Virtus.Pro menguasai tahap awal permainan dengan sangat dominan, malahan terlalu dominan, karena hanya 19 menit setelah game dimulai, OpTic Gaming sudah menyerah dan mengetik “gg wp”.

VP makin mengukuhkan dominasinya di tunamen ini dengan tambahan satu penghargaan lagi, yaitu gelar MVP turnamen yang diraih oleh Vladimir ‘No[o]ne’ Minenko. Sebagai peraih MVP, ia berhak atas hadiah mobil Mercedes-Benz, menyamai pencapaian Solo dan RodjeR yang telah memperoleh hadiah sama dari dua penyelenggaraan ESL One sebelum ini. Gg Wp VP.