Home » DOTA2 » Ulasan Beberapa Pemain Yang Tampil Bagus di Fase Grup The International 2018

Ulasan Beberapa Pemain Yang Tampil Bagus di Fase Grup The International 2018

Fase grup The International sudah berakhir dan sebentar lagi kita akan menyaksikan main event sekaligus merupakan babak sistem gugur. Beberapa pemain tampil dengan baik dan menonjol pada tim yang dibelanya, berikut kita akan bahas beberapa pemain tersebut yang berpeluang kembali tampil bagus di main event nanti.

Sepanjang empat hari babak grup sudah terendus setidaknya enam pemain pilihan berdasarkan analisa cafeesports.com yang patut untuk diwaspadai dan wajib kamu tonton aksinya, karena permainan berbahaya dan aksi unik mereka akan semakin sangar sepanjang main event yang berlangsung tanggal 20-25 Agustus nanti.

  1. Amer “Miracle-“ Barqawi – Liquid

Siapa yang tidak kenal dengan pemain yang satu ini, sebagian orang bahkan beranggapan bahwa ia adalah pemain Dota 2 terbaik sepanjang masa sampai saat ini. Miracle- tidak pernah kehabisan trik dan aksi yang membuat penonton berdecak kagum baik pada turnamen lalu maupun pada babak grup TI 8 yang lalu. Beberapa aksinya seperti Invokernya yang menghancurkan EG, serta rikimaru yang berhasil dibuat menjadi hero mematikan di tangannya.

Pemain yang satu ini berposisi sebagai midlaner di Liquid, ia dipercaya oleh kapten mereka yaitu Kuroky untuk mengisi posisi yang sangat menentukan di pertandingan. Walau begitu, ia pun sangat mahir memainkan hero carry sehingga bisa menjadi strategi tersendiri apabila ia dan Matumbaman bertukar role maupun lane untuk membingungkan tim lawan.

 

  1. Sumail “Sumail” Hassan – Evil Geniuses

Pemain yang satu ini memang bisa disebut prodigy di Dota 2. Sempat disebut sebagai salah satu pemain muda paling berbakat di Dota 2, ia berkembang menjadi pemain yang cukup besar dan diperhitungkan. Setelah sempat beralih role menjadi offlaner beberapa waktu yang lalu, kini pemain eksentrik itu kembali ditempatkan di role midlane yang dulu membuat orang terkagum-kagum menyaksikan penampilannya kala EG menjuarai TI 2015.

Pada gelaran TI 2018 ini, ia kembali menunukkan kemampuannya dengan memainkan beberapa hero yang sedikit unik seperti Alchemist yang dimainkannya dengan raihan gpm yang sangat tinggi yang tentunya juga sangat membantu timnya, terlebih dengan subsidi Aghanim yang berhasil diberikannya untuk meningkatkan kemampuan hero rekan setimnya. Ia juga memainkan hero seperti Tiny dan Mirana yang cukup sukses di beberapa pertandingan fase grup yang lalu.

 

  1. Roman “Resolut1on” Fominok – VGJ.Storm

Reso memang bisa dikatakan sebagai salah satu carry yang berbahaya, terutama pada gelaran fase grup TI 2018 ini dimana ia mencatatkan diri sebagao carry terbaik sementara dengan raihan 10,69 KDA. Hasil tersebut sangat tinggi apabila dibandingkan dengan carry di tim lain, bahkan Arteezy hanya mencatatkan 8,1 KDA.

Di hari kedua melawan paiN Gaming, Roman membukukan 17 kill menggunakan Terrorblade dan Drow Ranger. Kemampuan farming di match tersebut juga mengernyitkan dagu. Total 22.000 gold untuk Drow Ranger dalam 35 menit, berbeda 5.000 gold dari Yawar sang midlaner.

Terrorblade-nya lebih kaya, 44.000 gold dalam waktu 47 menit, hampir meninggalkan rekan dan lawannya sejauh 18.000 gold seorang diri. Dengan dukungan rekannya yang sekarang, Reso mungkin bisa menjelma menjadi juara, hal yang selalu ia impikan. Dan penampilannya akan terus meledak di babak main event nanti mengingat sejauh ini dia telah memimpin beberapa statistik penting.

 

  1. Gustav “S4” Magnusson – Evil Geniuses

Salah satu factor yang mendukung keberhasilan EG di fase grup merupakan penampilan ciamik yang diperlihatkan oleh offlaner mereka yang tidak lain adalah S4. Kepindahannya dari OG memang cukup tepat dimana di EG ia lebih bisa mengembangkan dirinya bersama dengan rekan-rekan setim yang lebih bisa membantunya mengeluarkan potensi terbaiknya.

Di meta saat ini, s4 lebih mendalami peran semi-carry ketimbang playmaker dengan hero seperti Wraith King, Weaver, dan Enchantress yang sering dia gunakan. Namun ketika EG berharap permainan besar, maka inisiasi dari Enigma atau Tiny miliknya akan muncul. Jangan lupakan juga Puck yang masih menunggu kesempatan tampil dan merusak permainan tim lawannya.

 

  1. Song “Sccc” Chun – Newbee

Pemain yang berposisi sebagai midlaner ini memang tampil cukup mengesankan di fase grup. Performa inkonsistensi sudah makin pudar berkat perfroma berani dari punggawa Newbee. Termasuk Sccc yang bukukan kill + assist terbanyak tanpa alami kematian, pecahkan rekor juara TI6, Shadow. Ia mencatatkan 41 kill/assist/zero yang merupakan rekor terbaru yang dicatatkannya dengan hero Invoker.

Meski cukup banyak penampil Invoker di TI8, tapi penampilan Sccc, dengan statistik tersebut sudah pasti jadi yang terbaik sejauh ini. Meski jarang sekali Sccc menggunakan Invoker karena dia lebih rutin bermain flashy dengan Storm Spirit, Lina, ataupun Queen of Pain, bisa jadi masih ada jurus rahasia yang disimpan Newbee dalam diri Sccc khusus untuk babak main event.

 

  1. Pavel “9pasha” Khvastunov – Virtus.pro

Sebenarnya bisa dibilang hampir seluruh pemain VP bermain bagus pada gelaran TI 2018 kali ini, akan tetapi salah satu factor pembeda mereka kali ini adalah offlaner mereka 9pasha yang ketika midlaner maupan carry VP tertekan, berhasil mengangkat performa tim secara keseluruhan dan menjadi playmaker bagi VP dalam meraih beberapa kemenangan di fase grup.

Pada meta yang menggunakan formasi 2-1-2 (safelane, midalane, offlane) ini, 9pasha bersama RodjER selalu bermain agresif untuk memenangkan lane dan curi perhatian lawan agar kedua core utama mendapat ruang. 9pasha bukannya berhati-hati, dia malah senang situasi sulit karena pada dasarnya seorang penyuka tantangan. Seorang pemain yang jadi offlaner akibat bosan dengan role mid dan carry guna memuaskan jiwa kompetitifnya.

Begitu banyak hero yang dikuasai dan dapat dimainkan dengan sangat baik oleh 9pasha, mulai dari Doom, Tiny, Weaver, Enigma, Sand King, Windranger, Batrider serta beberapa hero lain yang membuat tim lawan sulit untuk menerka dan melakukan counter terhadapnya. Berkat penampilannya VP lolos ke upper bracket dan mempertahannya statusnya sebagai unggulan.

 

Itulah beberapa pemain yang menonjol di fase grup dan sangat mungkin untuk kembali tampil impresif di babak main event nantinya. Mari kita tunggu penampilan mereka bersama tim-tim yang akan bertanding malam ini, salam esports.