Home » DOTA2 » Hasil Grand Final The International 2018: OG Tampil Sebagai Juara

Hasil Grand Final The International 2018: OG Tampil Sebagai Juara

OG berhasil mencetak sejarah dengan menjuarai The International 2018, mengalahkan PSG.LGD di partai Grand Final dengan skor yang sangat ketat 3-2. Dengan kemenangan ini OG berhasil mendapatkan hadiah sebesar 11,2 juta Dolar US dan mengangkat trofi Aegis of Champions yang prestisius.

Final The International 2018 ini memang sudah diramalkan akan menjadi pertemuan yang ketat dan menghibur. Di satu sisi OG merupakan wakil dari tim benua Eropa yang sebenarnya tampil dengan kurang bagus sepanjang musim dan bisa lolos ke TI 2018 dengan melewati kualifikasi. Sementara lawannya merupakan wakil dari tim China yang sepanjang musim sudah menunjukkan kekuatannya dan cukup mendominasi Dota Pro Circuit sebegai salah satu tim terbaik musim ini.

OG berhasil mencapai partai Grand Final lewat jalur upper bracket, hal yang luar biasa bila melihat perjalanan mereka yang terseok-seok di awal babak grup. Sementara LGD menunjukkan langkah yang mulus dan performa yang stabil sampai saat jatuh ke lower bracket setelah kalah dari tim yang tidak lain merupakan OG di partai final upper bracket.

Meskipun OG berhasil mengalahkan PSG.LGD pada partai fnal upper bracket, semua pihak sudah memprediksikan bahwa partai Grand Final akan berlangsung ketat dan penuh drama. Dan hal itu benar-benar terjadi, untuk kedua kalinya setelah sejak Grand Final The International tahun 2013, partai kali ini membutuhkan 5 game untuk bisa menentukan siapa yang keluar sebagai juara tahun ini. Sesuatu yang akan dikenang sebagai salah satu seri Grand Final terbaik sepanjang sejarah turnamen Dota 2 ini.

OG berhasil menjuarai The International 2018 sekaligus mematahkan mitos yang menyebutkan bahwa di tahun genap juaranya adalah tim dari daratan China. Kini tersisa satu kutukan yang belum berhasil dipecahkan, yaitu juara The International untuk kedua kalinya, baik itu untuk tim ataupun untuk perorangan. Hal itu membuktikan bahwa menjuarai ajang The International adalah satu hal yang sangat sulit, apalagi untuk bisa menjuarainya dua kali, membutuhkan sesuai yang sangat spesial untuk bisa mencapainya.

Jalannya Pertandingan:

Game 1:

Pada game pertama OG langsung menunjukkan kepercayaan diri mereka dengan melakukan draft hero yang diluar meta, mereka memilih core hero Spectre untuk Ana, Monkey king untuk Topson, serta disupport oleh Earthshaker yang dimainkan Jerax. LGD tampaknya sedikit terkejut dengan hero dari OG dan memilih hero core Bloodseeker yang dimainkan oleh Ame, Storm Spirit yang dimainkan Somnus, serta di support oleh Elder titan dan Crystal Maiden.

LGD sepertinya ingin mencoba untuk menekan Spectre sejak awal game, dan ini cukup berhasil di awal game dimana Spectre memiliki farm yang sedikit. Akan tetapi memasuki mid game, ketika sudah banyak big war terjadi, OG menunjukkan keunggulannya dan setelah spectre mendapat cukup banyak farm OG pun berhasil menyudahi perlawanan dari LGD dan memenangkan game pertama ini.

Game 2:

LGD mendapatkan pelajaran berharga dari game pertama yaitu Jerax sangat baik dalam memainkan Earthskaher, maka di game kedua ini mereka memilih hero tersebut untuk Fy, serta memilih hero core seperti Phantom lancer dan Kunkka. Sementara OG mencoba memilih kombo IO dan Gyrocopter ditambah dengan Invoker pada posisi core.

LGD berhasil meraih keunggulan sejak awal game, dan membangun keunggulan tersebut sampai ke mid game. Mereka berhasil menghancurkan lini tengah OG yang diisi Invoker, bahkan di akhir game hero core OG tersebut memiliki frag KDA 0-12-5 tanpa berhasil membunuh satu hero pun. LGD akhirnya berhasil memenangkan game kedua ini dengan cukup meyakinkan.

Game 3:

Pada game ketiga kedua tim tampak mencoba untuk saling meraba hero tim lawan dan menyesuaikan. LGD memilih hero core Alchemist dan Weaver yang disupport oleh hero Phoenix dan Vengeful Spirit. Sementara OG memilih hero core Phantom Lancer dan Morphling yang di support oleh hero Lina dan Chen.

Game kedua berlangsung ketat sejak awal, namun LGD unggul dengan permainan yang lebih solid. Ame yang menggunakan hero Weaver tampil sangat brilian dan mencatatkan frag KDA 21-3-15 pada akhir game. Kekurangan disable di tim OG berakibat fatal dan PSG berhasil memenangkan game ketiga ini dan hanya tinggal selangkah lagi menjadi juara.

Game 4:

OG yang sudah berada di ujung tanduk berusaha untuk mengeluarkan segala kemampuan di game keempat ini. Game keempat ini bahkan membutuhkan waktu sampai satu jam lebih untuk bisa menentukan siapa pemenangnya, OG menggunakan hero core Invoker dan Phantom lancer yang di support Io dan chen, serta offlane yang tampil sangat baik yaitu Axe yang dimainkan 7ckngMad. Sementara LGD memilih hero core Morphling dan Bloodseeker yang di support hero Tuskar dan Enchantress.

LGD unggul di fase awal game dengan kombinasi hero mereka, akan tetapi penampilan gemilang AXe membuat OG masih bisa sedikit menahan gempuran dari LGD, tercatat hero Axe ini bisa menyelesaikan item Vanguard dan Blink dagger dibawah menit ke-10. Memasuki mid game hero core dari OG berhasil recover, Invoker dengan Hand of Midas berhasil mengejar networth dari core LGD dan pertandingan berjalan cukup seimbang.

Game pun memasuki fase late game dan kedua tim masih saling berusaha menghancurkan bangunan tim lawan, dan Sedikit demi sedikit OG berhasil menyamakan keadaan bahkan memenangkan beberapa big war dan menghancurkan barrack LGD satu per satu, hingga akhirnya mereka berhasil mendapatkan mega creep dan memenangkan game keempat ini.

Game 5:

Game kelima pun dimulai dan kedua tim berhasil mempertontonkan game yang sangat seru dan menegangkan. OG memilih hero core Ember Spirit dan Zeus yang di support oleh hero Rubick dan Nature’s Prophet serta offlane Magnus. Sementara LGD memilih hero core Terrorblade dan Kunkka yang di support hero Earthshaker dan Silencer serta Offlane Batrider.

Seperti game sebelumnya, LGD berhasil unggul dengan cukup jauh di awal game, memasuki menit ke-10 LGD berhasil membunuh 10 hero berbanding OG yang hanya membunuh 3 hero lawan. LGD terus mempertahankan keunggulan hingga perbedaan kill menjadi 24-9 di menit ke-20 dan kedua core hero LGD berada di top networth.

Pada menit ke-24 terjadi drama dimana war besar dan panjang terjadi di sekitar Roshan, OG berhasil memenangkan awal war dan memaksa buyback dari Earthshaker dan Batrider, war pun berlanjut dan LGD berhasil membunuh Ember Spirit, yang langsung buyback dan teleport ke shirine dan kembali melanjutkan war, OG berhasil memenangkan big war ini, membunuh semua hero LGD dan juga mendapatkan Aegis dari Roshan.

OG pun berhasil memanfaatkan keunggulan itu dan langsung melakukan push dan berhasil menghancurkan Barrack dari LGD di menit ke-28. OG kembali memenangkan big war di menit ke-30, membunuh semua hero LGD dan unggul networth sebesar 13k. OG terus melakukan push dan berhasil menghancurkan Barrack tengah LGD pada menit ke-31. OG sama sekali tidak ingin mengendurkan serangan dan terus menekan hingga akhirnya mereka berhasil memenangkan game itu di menit ke-36.

OG pun tampil sebagai juara The International 2018 dan membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil apabila kita berusaha dengan segala yang kita punya. Selamat untuk OG, sampai jumpa di gelaran kompetisi Dota 2 selanjutnya, yaitu kualifikasi Major pertama musin 2018-2019 yang akan dimulai pada 15 September nanti, salam Esports.