Home » DOTA2 » Chongqing Major Playoff: Tim Unggulan Melaju Mulus

Chongqing Major Playoff: Tim Unggulan Melaju Mulus

Setelah semua tim bertarung dalam babak penyisihan, tibalah saat yang ditunggu-tunggu yaitu fase playoff atau babak gugur. Tim besar yang juga diunggulkan meraih hasil yang cukup baik dan berhasil menempati posisi di upper bracket pada babak playoff. Tim seperti VP, EG, Secret dan Liquid akan berjibaku di babak ini.

Pada hari pertama kita disuguhi oleh empat match dari upper bracket yang mempertemukan top seed dan second seed dari masing-masing grup.

Team Secret vs Team Liquid

Pertarungan pertama dimulai oleh Liquid dan Secret jam 09:00 pagi (21/1) dengan hasil mengejutkan. Liquid disapu bersih MidOne dan kawan-kawan. Walau absennya Miracle- jelas mengurangi kekuatan Liquid namun dari babak grup terlihat sang standin tidaklah mengecewakan. Bahkan Shadow jadi salah satu pemain yang torehkan rampage di Chongqing Major.

Kehadiran Shadow sebagai pengganti Miracle- nampaknya tidak membuahkan banyak hasil, pasalnya pada match pertama Phantom Assassin miliknya tershutdown dan tidak bisa berbuat banyak. Meski mendapatkan space untuk melakukan farming, tetap raihan 0 kill merupakan hasil yang sangat buruk dan Liquid kalah pada game pertama.

Pada game kedua tampaknya koordinasi dan ketenangan dari Secret masih belum bisa diimbangi oleh Liquid. Meski Jugger mereka berhasil mendapatkan beberapa item core seperti Sange and Yasha, lalu Mjolnir tetap Juggernaut miliknya tidak bisa berbuat banyak saat para pemain Secret tampil begitu kompak dan juga dominan. Secret pun memastikan kemenangan meyakinkan atas Liquid dengan skor 2-0.

Virtus Pro vs Evil Geniuses

Pada match kedua, mempertemukan sang juara dunia 2015 dengan sang jagoan major.Seperti yang diprediksi, Virtus Pro akan memenangkan pertandingan ini, meski harus sedikit kesulitan pada awal permainan karena EG sudah membaca strategi dari VP.

Pada game pertama, EG Memlih strategi menekan Ramzes sejak awal permainan dan ini terbukti efektif karena Phantom Asssassin miliknya terlihat kesulitan untuk melakukan farming setidaknya 15 menit pertama.

Akan tetapi ketenangan yang dimiliki VP terlihat memasuki mid game, beberapa kesalahan yang dilakukan EG membuat keunggulan yang mereka miliki di awal laga seakan tidak berarti dan VP berhasil mebalikkan keadaan dan memenangkan game pertama.

Pada pertandingan kedua dengan formasi pick yang hampir sama, namun kali ini mereka memberikan off lane kuat untuk s4 gunakan yaitu Doom, lalu mengambil Phantom Assassin untuk Arteezy karena tidak ingin jatuh ke tangan Virtus Pro.

Namun sekali lagi, Ramzes yang menggunakan Terrorblade sanggup menggulung EG, karena pada menit ke-39 EG melakukan kesalahan membuat mereka harus kehilangan empat orang pemain menyisakan Nature Prophet seorang yang tidak sanggup mempertahankan base, 2-0 Virtus Pro kirim EG ke lower bracket.

Fnatic vs Ehome

Pertandingan ini merupakan satu-satunya match hari ini yang harus diselesaikan dengan tiga game pada gelaran upper bracket hari ini. Fnatic secara mengejutkan menunjukan kalau mereka merupakan tim terbaik dari regional South East Asia dan berhasil memberikan perlawanan sengit kepada jagoan asal Cina tersebut.

Fnatic harus mengakui keunggulan dari Ehome dalam laga best of three series ini. Kehilangan angka pada pertandingan pertama dalam match yang relatif cukup panjang. Ehome butuh sekitar 40 menit untuk bisa menyelesaikan game pertama ini.

Pada pertandingan kedua, Fnatic tampil begitu meyakinkan dan sangat dominan, Abed dan juga IceIceIce yang diharapkan dapat tampil maksimal nyatanya tidak bisa berbuat banyak pada pertandingan kedua ini. Adalah MP yang tampil brilian pada game kedua ini dengan menggunakan Timbersaw, sanggup melibas lawan-lawannya dengan raihan total delapan kill.

Pada pertandingan ketiga dari best of three series ini, Fnatic mencoba strategi yang hampir sama yaitu memilih Medusa untuk Abed, sementara MP harus bermain dengan Weaver karena Timbersaw miliknya terkena banned.

Akan tetapi Drow ranger yang dimainkan oleh ASD tampil begitu perkasa dengan catatan 17 kill dan berhasil mengcarry Ehome pada game ketiga ini. Fnatic dibuat tidak berdaya dihadapan sang Drow Ranger. Dengan begini Fnatic harus menyerah di tangan Ehome dan turun ke lower bracket.

PSG.LGD vs Vici Gaming

Pertandingan terakhir mempertemukan dua tim yang berasal dari region yang sama PSG.LGD vs Vici Gaming, dimana PSG.LGD menjadi favorit untuk memenangkan pertandingan ini. Sementara Vici Gaming juga menunjukkan permainan yang bagus sepanjang fase grup.

Game pertama dari best of three series ini berlangsung cukup cepat, dimana PSG.LGD benar-benar mendominasi jalannya pertandingan sejak menit awal. Terbukti dari selisih skor kill yang mencapai dua digit. Ame yang menggunakan Juggernaut pada match ini benar-benar tampil brilian dan berhasil membawa timnya memenangkan game pertama.

Game kedua baru berjalan seimbang, justru malah Vici Gaming yang sanggup mendominasi jalannya  pertandingan. Dengan jumlah kill unggul empat angka, Vici gaming sanggup membuat PSG.LGD sedikit kewalahan pada awal game kedua ini.

Akan tetapi ketenangan dan koordinasi yang baik dari PSG.LGD membuat mereka berhasil mengejar ketinggalan dan bahkan membalikkan keadaan dengan Luna sebagai hero core mereka, OD yang merupakan hero core dari Vici Gaming tidak mampu mengimbangi dan pertandingan ini pun ditutup dengan kemenangan PSG.LGD 2-0.

Demikianlah rekap singkat pertandingan yang digelar pada hari pertama fase Playoff dari Chongqing Major, bagaimana pendapat sobat esporst? seru bukan? apakah tim favorit sobat berhasil meraih hasil yang baik? Stay tune dan dapatkan kabar terkini seputar Esports khususnya DOTA 2 di cafeesport.com